Jakarta, Seorang bayi yang kehilangan jari akibat infeksi luka bekas infus menjadi peristiwa kesehatan paling banyak dibicarakan pada April 2013. Peristiwa lainnya terjadi di luar negeri, yakni infeksi virus H7N9 yang menewaskan 2 pasien.
H7N9 merupakan varian terbaru virus glu burung yang sebelumnya tidak ditemukan pada manusia. Diberitakan oleh situs berita Xinhua, kedua pasien di Shanghai berjenis kelamin laki-laki dengan usia masing-masing 87 tahun dan 27 tahun.
Selain 2 korban meninggal, 1 pasien juga dirawat intensif dengan diagnosis yang sama yakni terinfeksi H7N9. Ketiganya menunjukkan gejala demam dan batuk, yang kemudian berkembang menjadi pneumonia.
Belakangan, virus yang sama juga menginfeksi seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Hong Kong. Peristiwa yang terakhir ini dilaporkan di penghujung tahun, Desember 2013.
Kasus kehilang an jari menimpa seorang bayi di RS Harapan Bunda Jakarta Timur. Edwin, seorang bayi 2,5 bulan awalnya cuma mengalami infeksi luka infus yang membuat tangannya bengkak dan membiru. Orang tuanya mengklaim, jari tangan si kecil diamputasi tanpa pemberitahuan.
Menurut pihak rumah sakit, bayi Edwin telah mendapatkan penanganan sesuai prosedur. Jari tangannya hilang bukan karena diamputasi, melainkan putus sendiri akibat infeksi. Kasus ini berakhir dengan perundingan, tidak berlanjut ke ranah hukum.
(up/vit) health.detik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar