Senin, 23 Desember 2013

Sakit Ginjal Langka Sejak Usia 5 Tahun, Bocah Ini Akhirnya Bertemu Donornya

Sakit Ginjal Langka Sejak Usia 5 Tahun, Bocah Ini Akhirnya Bertemu Donornya

Jakarta, Biasanya donor organ dalam seperti ginjal, jantung, atau sumsum tulang belakang diberikan oleh keluarga terdekat. Bila terpaksa, pasien juga bisa mendapat donor dari orang yang sudah meninggal. Tapi bocah yang menderita penyakit ginjal langka ini malah mendapat donor dari orang asing yang tidak ia kenal, dan orang tersebut masih hidup! Setelah beberapa waktu, keduanya bertemu.

Sejak usia lima tahun, Tom Higgs (12) menderita penyakit ginjal langka yang menimpa satu di antara 500.000 orang. Penyakit itu adalah atypical haemolytic uraemic syndrome (HUS), yang menyebabkan terjadinya pembekuan darah pada pembuluh darah ginjal. Gumpalan darah itu kemudian memblokir aliran darah menuju ginjal dan akhirnya menyebabkan Tom mengalami gagal ginjal.

Ginjal pada orang normal berfungsi untuk menyaring zat-zat yang berguna bagi tubuh, dan membuang zat tidak berguna melalui urine. Tetapi karena mengalami gagal ginjal, tubuh Tom tidak memiliki sistem filtrasi darah. Akibatnya setiap malam selama lima tahun Tom harus menjalani cuci darah dengan mesin dialisis.

"Masa-masa ketika menjalani dialisis sangat menekan dan membatasi hidup kami," ujar Vicky, ibu Tom, sebagaimana dikutip dari Daily Mail pada Senin (23/12/2013).

"Kami tahu keadaannya sudah sangat parah dan pada akhirnya akan membutuhkan sebuah transplantasi (ginjal). Setiap malam saya harus menyiapkan mesin dialisis dan menempatkan Tom pada mesin itu pukul 7 malam sehingga keesokan harinya ia tepat waktu untuk bersiap-siap ke sekolah," ungkap ibu Tom.

Selain harus dicuci darahnya setiap malam, Tom juga mendapat suntikan mingguan yang diberikan oleh ibunya. Vicky merasa sangat sedih karena putranya tidak menyukai proses cuci darah dan pengobatan tersebut. Tetapi keluarga bocah itu tidak punya pilihan lain karena ginjal Tom tidak berfungsi sedangkan darahnya harus disaring.

Ginjal bocah itu sudah rusak dan ia tidak bisa mendapatkan ginjal yang tepat dari keluarganya. Satu-satunya pilihan terbaik yang tersisa adalah menunggu adanya orang baik hati yang mau mendonorkan ginjalnya. Next

(vta/vta) health.detik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar