Jumat, 20 Desember 2013

Polusi Udara Menggila, Rumah Sakit di China Buka Klinik Korban Asap

Polusi Udara Menggila, Rumah Sakit di China Buka Klinik Korban Asap

Jakarta, Banyaknya pabrik dan kendaraan bermotor di China menyebabkan tingkat polusi udara di negara ini sudah mencapai tahap yang memprihatinkan, bahkan termasuk yang paling buruk di dunia. Hingga sebuah rumah sakit di China mendirikan klinik khusus untuk para korban polusi.

Klinik ini didirikan di Chengdu No 7 People's Hospital, barat daya China, khusus untuk menangani pasien-pasien yang menderita gejala gangguan kesehatan akibat polusi udara.

Tercatat mereka telah menangani lebih dari 100 pasien sejak dibuka pertama kali minggu lalu. "Klinik ini didirikan karena rumah sakit melihat jumlah pasien yang menderita gangguan akibat polusi terus meningkat tahun lalu," tutur Wang Qixun, salah satu dokter yang berpraktik di klinik tersebut, seperti dilansir Foxnews, Sabtu (21/12/2013).

Sejak dibuka, klinik ini menangani rata-rata 12 pasien setiap har inya, dengan gejala yang paling sering dikeluhkan adalah batuk-batuk, tenggorokan gatal, begitu juga asma dan penyakit jantung yang dipicu atau diperburuk oleh asap.

Dalam situs China National Radio juga dilaporkan jika di depan klinik juga terpasang sebuah banner besar berwarna merah yang bertuliskan 'Kita tak perlu takut pada asap. Ini bisa dicegah dan diobati'.

Namun Pan Xiaochuan, seorang profesor dari School of Public Health, Peking University mengatakan meski ia tak menemukan adanya klinik serupa di tempat lain di China, ia merasa ini bisa jadi hanyalah bagian dari promosi yang dilakukan rumah sakit untuk menambah keuntungannya.

"Anda tak bisa mengatakan jika gejala seperti batuk-batuk atau tenggorokan gatal disebabkan oleh polusi. Bisa jadi musim dingin adalah penyebab yang sebenarnya," katanya.

Lagipula bila dibandingkan dengan kota-kota besar lain di China seperti Beijing maupun sejumlah kota di China bagian utara, tingkat polusi udara di Che ngdu masih terbilang rendah, kendati lebih tinggi daripada standar polusi Eropa.

Hanya saja baru-baru ini, konsulat AS di Chengdu merilis hasil pengukuran kualitas udara yang indeksnya mencapai 160. Angka ini menunjukkan kualitas udara yang 'tak sehat' dengan jumlah partikel udara super kecil yang dapat terhirup masuk ke paru-paru mencapai 73 microgram per meter kubik. Padahal menurut panduan WHO, ukuran standarnya adalah 25 microgram per meter kubik.

(vit/vit) health.detik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar