Jakarta, Banyaknya iklan yang menyebutkan bahwa penggunaan sabun antibakteri dapat membantu membunuh seluruh kuman dan bahkan mencegah timbulnya penyakit mungkin perlu diperhatikan kembali. Sebab nyatanya penggunaan sabun jenis ini secara berlebihan juga bisa memberikan pengaruh negatif bagi kesehatan.
Dilansir Medical Daily, Selasa (17/12/2013), label 'anti-bakteri' diakui memang sering membuat konsumen yakin 100 persen bahwa penggunaan sabun tersebut terus-menerus akan membuat mereka tetap sehat dan bebas virus. Padahal penggunaan sabun biasa dan air hangat bisa dikatakan sama-sama efektif untuk membunuh kuman.
Terlalu sering menggunakan sabun antibakteri sama halnya seperti mengonsumsi antibiotik yang sebenarnya tak diperlukan. Produk-produk ini akan terus membunuh beberapa bakteri, meskipun sebenarnya tidak semua bakteri dapat berkembang menjadi kuman.< /p>
Menjadi terlalu higienis seringkali pada akhirnya akan turut membunuh paparan bakteri baik dan meningkatkan risiko seseorang untuk terkena alergi dan asma. The Mayo Clinic menyatakan dalam beberapa studinya ditemukan bahwa anak-anak yang terkena lebih banyak kuman lebih jarang mengalami alergi saat dewasa, jika dibandingkan dengan anak-anak yang dibesarkan di lingkungan yang 'terlalu' bersih.
Terlalu sering menggunakan zat antibakteri, seperti triclosan, yang ditemukan dalam sabun antibakteri, juga dapat menyebabkan gangguan endokrin. Triclosan dianggap salah satu agen sistetis antibakteri paling umum yang ditemukan dalam produk dan dikaitkan dengan munculnya dampak sistem hormonal pada individu. The Endocrine Society, sekelompok dokter dan ilmuwan yang mengkhususkan diri dalam sistem hormon, melabelkan triclosan sebagai bahan yang mengubah kadar hormon tiroid dan hormon reproduksi seperti testosteron dan estrogen.
Sementara itu, The American Cleaning Insti tute memberikan data kepada U.S. Food and Drug Adminstrationâs (FDA) yang menunjukkan bahwa triclosan aman dan efektif. "Triclosan adalah salah satu bahan yang paling sering diteliti dalam produk perawatan kesehatan," ujar Brian Sansoni, juru bicara The American Cleaning Institute.
Hingga saat ini belum bisa dipastikan apakah triclosan bisa dikatakan cukup aman dan efektif untuk digunakan oleh masyarakat umum, namun FDA masih mengungkapkan kemungkinan munculnya risiko kesehatan yang dibawa oleh sabun antibakteri.
The Centers for Disease Control and Prevention merekomendasikan masyarakat untuk mencuci tangan setidaknya selama 20 detik. Penggunaan hand sanitizer yang sebagian besar menggunakan alkohol atau etanol untuk membunuh kuman, bukan bahan kimia seperti triclosan, juga lebih disarankan jika memang sabun biasa dan air tidak tersedia.
(ajg/vit)
health.detik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar