Senin, 23 Desember 2013

Hati-hati, Cedera Akibat Olahraga Bisa Berujung pada Penyakit Otak

Hati-hati, Cedera Akibat Olahraga Bisa Berujung pada Penyakit Otak

Jakarta, Suka berolahraga memang baik, apalagi jika bisa berprestasi dan berkarir sebagai atlet. Latihan sejak dini serta tekun dalam berusaha adalah salah satu faktor penunjang menjadi atlet yang sukses. Namun hati-hati jika cedera. Sebab cedera akibat olahraga di usia muda bisa berujung pada penyakit otak ketika dewasa.

Bunuh diri serta sakit jiwa yang dialami oleh atlet profesional menurut peneliti disebabkan ketika mereka mereka masih muda, terutama bagi atlet yang melakukan olahraga, cedera akibat kontak fisik. Namun tak hanya atlet profesional saja yang dapat mengalami hal tersebut. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa orang-orang yang bukan atlet juga memiliki risiko terkena Chronic Traumatic Encephalopathy (CTE) jika mereka cedera akibat kontak fisik ketika muda.

Meski begitu, Chris Nowinski selaku asisten direktur Boston University Center for the St udy of Traumatic Encephalopathy mengatakan bahwa belum ditemukan umur pasti yang menyebabkan hal tersebut terjadi.

"Namun ada alasan kuat yang mendukung jika hal tersebut dimulai ketika si anak masih sangat muda," ujarnya seperti dilansir abcnews.com dan ditulis detikhealth pada Senin (23/12/2013).

CTE menjadi sering diperbincangkan karena kasus yang menimpa Ryan Freel, mantan atlet baseball yang pernah berkompetisi di Major League Baseball. Atlet berusia 36 tahun ini ditemukan meninggal setelah menembak dirinya sendiri. Kasus ini terjadi pada Desember tahun lalu. Keluarga mendonasikan otak Freel demi kepentingan penelitian tentang CTE.

Sebelumnya, CTE tidak pernah diasosiasikan dengan baseball. CTE lebih sering dialami oleh atlet yang memang melakukan kontak fisik dalam olahraganya, seperti rugby, ice hockey, dan tinju. Namun Nowinski mengatakan bahwa Freel mempunyai riwayat menerima hantaman dan benturan di kepala karena akibat cedera saat bermai n rugby di masa mudanya.

Hantaman dan benturan di kepala dimulai ketika anak-anak bergabung dalam tim olahraga atau liga lokal. Laporan dari Institute of Medicine and National Research Council mengemukakan bahwa lebih dari 250.000 atlet yang berusia di bawah 19 tahun dilarikan ke rumah sakit karena gegar otak dan cedera kepala lainnya.Next

(vta/vta) health.detik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar