Jakarta, Kontroversi soal penggunaan kondom seakan tidak pernah berakhir. Dalam peringatan Hari AIDS Sedunia 2013 di Bundaran HI pagi ini, sekelompok mahasiswa menggelar aksi dengan mengusung pesan menolak Pekan Kondom Nasional.
Aksi tersebut digelar hanya 300-an meter dari acara Komisi Penanggulanan AIDS Provinsi DKI Jakarta, yang juga memiliki program sosialisasi penggunaan kondom pada kelompok berisiko.
Beberapa spanduk dan poster yang dibentangkan mengusung tema menolak Pekan Kondom Nasional. Di antaranya berbunyi "Reject National Condom Week" dan "Seks Bebas + Kondom: TETAP HARAM".
Sayangnya saat dimintai keterangan tentang pesan yang ingin disampaikan, para mahasiswa malah mengaku tidak tahu soal tulisan tersebut. Pesan yang sebenarnya diusung adalah menolak diskriminasi terhadap pengidap HIV, sedangkan poster-poster anti Pekan Kondom Nasional mu ncul akibat salah koordinasi.
"Kalau mau wawancara sama yang dari LDM (Lembaga Dakwah Mahasiswa) saja Mas. Setahu saya ini tadi memang salah koordinasi, bukan isu itu yang kita sampaikan," kata mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Jakarta yang menolak disebutkan namanya ini, saat ditemui di Bundaran HI, Minggu (1/12/2013).
Begitupun dengan seorang mahasiwi yang memegang poster bertuliskan "Reject National Condom Week". Saat ditanya pendapatnya tentang Pekan Kondom Nasional dan maksud dari poster yang dibawanya, mahasiswi tersebut hanya tersenyum kemudian menggelengkan kepala.
Â
Seorang mahasiswi lainnya, Anis juga kebingungan saat ditanyai pendapatnya tentang pekan kondom. Juga tentang poster-poster yang menentang pekan kondom nasional.
"Aksi ini sebenarnya bentuk kepedulian kami untuk mencegah perilaku yang berisiko menularkan HIV-AIDS," kata Anis, salah seorang mahasiswi yang juga ikut dalam aksi tersebut.
"Penceg ahan antara lain dengan abstinence, tidak melakukan hubungan seks berisiko. Kalau menurut saya pribadi, kondom diperlukan untuk mereka yang perilakunya berisiko," lanjut Anis yang masih kuliah di jurusan kesehatan masyarakat.
(up/vta)
health.detik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar