Minggu, 08 Desember 2013

Hati-hati, Salah Transfusi Darah Bisa Akibatkan Gagal Ginjal

Hati-hati, Salah Transfusi Darah Bisa Akibatkan Gagal Ginjal

Jakarta, Ketika mendapat transfusi darah, maka berarti ada benda asing yang masuk, yaitu darah dari orang lain. Beberapa reaksi tubuh bisa terjadi misalnya demam, menggigil, atau gatal-gatal. Paling fatal, bisa juga gagal ginjal.

Direktur Unit Donor Darah Pusat Palang Merah Indonesia (PMI) Dr.dr. Yuyun Soedarmono, MSc, mengakui efek samping transfusi memang bermacam-macam tapi pada dasarnya bisa diatasi. Sebab, sebelumnya juga sudah dilakukan uji kecocokan darah penerima dengan pendonor.

Hal terpenting, menurut dr Yuyun adalah jangan sampai terjadi salah golongan ketika melakukan transfusi darah. Kejadian seperti inilah yang seringkali disebabkan ketidakcermatan petugas medis.

"Itu pernah terjadi. Misalnya golongan A dikasih B karena katakan suster salah melihat catatannya. Akibatnya, bisa lisis (pecah) ya, sel darah merahnya jadi pecah, terus ginjalnya kerja berat, bisa gagal ginjal dan untuk mengatasinya ya harus cucui darah," papar dr Yuyun saat ditemui dalam sebuah seminar di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, seperti ditulis Minggu (8/12/2013).

"Makanya kita harus mencocokkan dengan cermat. Sampai di rumah sakit juga harus dicocokkan darahnya untuk pasien siapa," katanya.

Namun, dr Yuyun mengatakan sebenarnya di Indonesia ada prosedur untuk menghindari terjadinya efek samping akibat transfusi darah. Dan karenanya, biaya yang dibutuhkan untuk transfusi pun akan lebih banyak.

"Sebelum transfusi kita kurangi jumlah sel darah putih dalam darahnya pendonor karena biasanya yang menimbulkan reaksi itu antigen dari sel darah putih," papar dr Yuyun.

(up/up)

health.detik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar