Jumat, 13 Desember 2013

Mengenal Fenomena Ibu Mengandung Janin Puluhan Tahun

Mengenal Fenomena Ibu Mengandung Janin Puluhan Tahun

Jakarta, Belum lama ini terjadi kasus litopedion, yakni janin batu yang dikandung oleh ibunya selama puluhan tahun, di Kolombia. Ini memang bukan kasus pertama. Sebab berdasar catatan medis, hampir 300 kasus serupa telah dilaporkan. Yuk melihat lebih lanjut terkait fenomena ini.

Litopedion adalah fenomena medis yang sangat langka. Hal ini terjadi ketika kehamilan gagal dan janin benar-benar mengalami kalsifikasi atau pembatuan selama berada dalam tubuh ibu. Karena janin terlalu besar untuk diserap oleh tubuh, maka sisa-sisa janin atau kantung ketuban di sekitarnya perlahan-lahan mengapur, sehingga janin mengeras seperti batu. Ini merupakan mekanisme untuk melindungi tubuh ibu dari infeksi jaringan yang membusuk.

Jika tidak ada komplikasi yang terjadi, pada dasarnya ibu bisa saja hidup normal seperti biasa. Kebanyakan kasus litopedion ditemukan pada perempuan yang sudah beru sia lanjut. Dengan demikian mereka sudah puluhan tahun mengandung janin yang membatu. Menurut Journal of Royal Society of Medicine terdapat sekitar 290 kasus llitopedion yang pernah didokumentasikan oleh literatur medis.

Dikutip dari artikel NCBC tahun 2009, pada Jumat (13/12/2013), dr Natalie Burger, endokrinologi dan spesialis kesuburan di Texas Fertility Center, menjelaskan litopedion mulanya merupakan kehamilan ektopik, di mana sel telur yang telah dibuahi akan menempel pada jalan menuju rahim, dan berkembang di luar rahim.

Menurutnya, dalam persentase kecil, terjadi juga kehamilan yang terjadi di dalam rongga perut, atau di tempat-tempat lain seperti usus, ovarium, atau bahkan pada aorta. "Ini adalah lokasi yang sangat langka dan bisa jadi sangat berbahaya," jelas Burger.

Dalam kebanyakan kasus, biasanya dokter akan merekomendasikan agar kehamilan dihentikan. Pertimbangannya karena risiko ekstrem sang ibu. Selain itu janin akan mati dengan sen dirinya karena kurangnya suplai darah. Karena tidak berada di tempat yang tepat, maka janin akan mati, dan jaringan akan rusak.

Menurut artikel di Journal of Royal Society of Medicine, durasi rata-rata janin batu adalah 22 tahun. Namun beberapa perempuan mengandung janinnya dalam waktu yang lebih lama. Misalnya saja Huang Yijun dari China yang mana janin batu bersemayam di tubuhnya selama 50 tahun.Next

(vta/vit) health.detik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar