Sabtu, 14 Desember 2013

Studi: Saat Ketakutan, Indra Penciuman Lebih aktif

Studi: Saat Ketakutan, Indra Penciuman Lebih aktif

New Jersey, Ketika mendapat pengalaman yang menakutkan seringkali seseorang bisa merasa ada hawa atau bau ketakutan di udara. Nah, para ilmuwan telah menemukan bahwa indra penciuman manusia menjadi lebih aktif ketika kita merasa takut.

Oleh karena itu, apa pun yang kita bisa cium ketika kita merasa takut, itu akan diserap ke dalam ingatan kita dan emosi yang sama ketika aroma itu muncul kembali.

Peneliti studi dari Rutgers University di New Jersey mengatakan temuan itu bisa digunakan untuk menemukan pengobatan gangguan stres pasca-trauma, di mana indra dapat memicu serangan stress. Mereka mengembangkan teori baru setelah menguji aktivitas otak tikus, menggunakan kejutan listrik, dengan menanamkan kenangan menakutkan terkait dengan bau tertentu. Demikian dikutip dari Daily Mail, Sabtu (14/12/2013).

Temuan menunjukkan bahwa indra bertindak sebagai 'sinyal peringatan' untu k situasi berbahaya. Neurolog berpikir bahwa bau memicu kenangan karena saraf penciuman yang membawa pesan dari lubang hidung ke otak terletak sangat dekat dengan amigdala dan hipokampus, daerah yang terhubung ke memori emosional.

Dr John McGann, penulis makalah yang diterbitkan di jurnal Science, mengatakan bahwa hasilnya akan mengubah cara ahli saraf berpikir tentang bau. Dia mengatakan sebelumnya para ilmuwan berasumsi bahwa organ-organ sensorik termasuk mata, hidung dan telinga hanya detektor.

"Dalam model lama mata seperti kamera, telinga seperti mikrofon, hidung seperti laboratorium kimia, dan pekerjaan otak adalah untuk menganalisa informasi ini," ujar Dr McGann.

Penelitian baru, bagaimanapun, menunjukkan bahwa sensor bau beradaptasi secara independen dari otak, meningkatkan aktivitas ketika pertama kali mendeteksi bau yang 'menakutkan'. Temuan menunjukkan bahwa indra bertindak sebagai 'sinyal peringatan' untuk situasi yang berbahaya, bahkan sebelum mencapai otak.

Dr McGann menambahkan dalam penelitian ini mereka menyaksikan aktivitas neuron pertama dari sistem penciuman tikus yang mengontrol indra penciuman. Yang mengejutkan, aktivitas sel-sel tidak hanya menunjukkan bau yang hadir dalam hidung tetapi juga meningkatkan respons ketika mengetahui ada bau tertentu.

Hal ini mengejutkan peneliti karena dua alasan. Pertama, bahwa sistem sensorik yang menggabungkan informasi tentang nilai emosional bau spesifik di input ke otak sebelum otak memiliki kesempatan untuk menafsirkannya. Kedua, karena adanya kecenderungan berpikir bahwa sesuatu terjadi jauh di dalam otak setelah kesadaran, tetapi data baru menunjukkan bahkan neuron awal dalam sistem sensorik dapat diubah sebagai hasil belajar.

Dr McGann mengatakan penelitian dapat digunakan untuk pengobatan untuk gangguan kecemasan seperti gangguan stres pasca-trauma, di mana indra bau dapat memicu serangan. Neurolog berpendapat bau memicu kenangan karena saraf pe nciuman yang membawa pesan dari lubang hidung ke otak terletak sangat dekat dengan amigdala dan hipokampus, daerah otak yang terhubung ke memori emosional.

(vit/up)

health.detik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar