Jumat, 06 Desember 2013

'FFI 2013 Semarang'

'FFI 2013 Semarang'

Jakarta - Festival Film Indonesia 2013 yang dilangsungkan di Semarang tidak hanya menjadi ajang pengukuhan prestasi insan film tahun ini, tetapi juga menjadi ajang nostalgia sebagian besar insan film Indonesia. Puncak acara FFI Sabtu (7/12) malam, berlangsung di Marina Convention Center, Semarang.

Dengan tahun ini Semarang mencatat duakali ketempatan penyelenggaraan FFI. Yang pertama, tahun 1980, 33 tahun lalu. Yang menarik, sebagian besar insan film yang menghadiri FFI 1980, tampak ikut hadir pada FFI 2013 ini. Maka, mereka pun bersukacita bernostalgia. Nostalgia FFI 80 Semarang.

Slamet Rahardjo yang kini menjadi Ketua Dewan Juri FFI 2013, pada waktu FFI 1980 masih sebagai sutradara muda. Film " Matahari, Matahari" karya pertamanya sebagai sutradara langsung mendapat perhatian saat berkompetisi di FFI 1980.

Selain film, beberapa unsurnya pun dinominasikan oleh Dewan Juri. Hasil alhir filmnya mendapa t dua Piala Citra untuk Pemeran Pembantu Wanita ( Christine Sukandar) dan Penata Artistik ( Yudhi Subroto). Slamet Rahardjo sendiri mendapat Piala Khusus KFT sebagai sutradara muda pendatang baru.

Slamet sebelumnya memang hanya dikenal sebagai aktor yang beberapa kali meraih Piala Citra. Yang terpilih sebagai Film Tebaik FFI 1980 adalah "Perempuan Dalam Pasungan" karya sutradara Ismail Soebardjo. Yenny Rahman memboyong Piala Citra sebagai Aktris Terbaik dalam film " Kabut Sutra Ungu" yang disutradarai Sjumandjaya.

Acara FFI tahun ini dihadiri sekitar 300 insan film, mulai dari karyawan kreatif, artis dan juga produser. Sejak 4 Desember lalu secara berangsur- angsur rombongan artis tiba di kota berpenduduk 1,7 juta jiwa itu.Puncaknya, Jumat kemarin, insan film tiba di Semarang dengan penerbangan pagi, siang, sampai malam.

Di antara artis tampak Widyawati, Rima Melati, Jajang C Noer, Camelia Malik, Rano Karno, Dwi Yan, Marini S, Roy Marten, Leroy Oesmani, Ikr anegara, Dewi Irawan, Yatie Octavia, Pungky Suwito, Merriam Bellina, Ira Wibowo, Sys NS, Tio Pakusadewo, Torro Margen, Donny Damara berbaur dengan sejumlah artis-artis muda, junior mereka. Seperti Adipati Dolken, Dini Aminati, Julia Perez, Gading Marten, dsb. Di deretan produser tampak Gope Samtani, Ram Soraya, dan Chand Parwez Servia, Zairin Zain.Para artis senior ini meluapjan kegembiraan saat bertemu satu sama lan. Begitu tinggi tingkat kesibukan mereka selama ini, sampai ada yang lima tahun tak saling kontak, dan baru di FFI inilah mereka bertemu. " Festival begini yang kita dambakan, bisa silaturahmi melepas kangen dan bernostalgia," kata Slamet Rahardjo. Ia pun mengenang kegiatan FFI dulu yang diselenggarakan secara bergiliran di berbagai daerah.  Next »


(asy/doc)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!

hot.detik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar