Minggu, 27 Oktober 2013

Gejala Tak Muncul di Tahap Awal, Kanker Ovarium Jadi 'Pembunuh Tersembunyi'

Gejala Tak Muncul di Tahap Awal, Kanker Ovarium Jadi 'Pembunuh Tersembunyi'

Jakarta, Sebagai salah satu jenis penyakit yang cukup mematikan bagi perempuan, kanker ovarium atau indung telur disebut sebagai 'pembunuh tersembunyi'. Penyakit ini dianggap berbahaya karena pada tahap awalnya ia hampir tidak menimbulkan gejala, sehingga sulit terdeteksi secara dini.

“Kanker ovarium merupakan jenis kanker yang sering diderita oleh perempuan. Mereka yang rentan terkena kanker ini adalah wanita berusia 40 dan 60 tahun,” ujar Dr Chia Yin Nin, dokter spesialis kebidanan dan kandungan Gleneagles Hospital Singapore, dalam keterangan tertulis yang diterima detikHealth dan ditulis pada Minggu (27/10/2013).

Menurut Dr Chia, sampai saat ini penyebab pasti penyakit ini belum diketahui, meskipun ada beberapa faktor tertentu yang dapat meningkatkan risiko penularan penyakit tersebut. Salah satunya adalah bahwa perempuan denga n riwayat keluarga yang pernah terkena kanker ovarium atau payudara. Mereka lebih rentan terhadap kanker ovarium, dengan peluang penurunan genetik yang relatif kecil, yaitu sekitar 5-10 persen.

“Dianggap sebagai penyakit mematikan karena pada tahap awal, gejala penyakit ini hampir tidak ada atau jarang muncul. Pada saat gejala muncul, penyakit biasanya sudah semakin berkembang,” terang Dr Chia.

Lebih lanjut, gejala kanker ovarium seperti kembung, sembelit dan pencernaan yang tidak jelas, karena sering susah dibedakan dengan gejala gastritis, penyakit kandung empedu atau penyakit kolorektal lainnya, membuat kanker ovarium semakin sulit untuk dideteksi.

“Itu sebabnya penting bagi perempuan yang memasuki usia perimenopause untuk memeriksakan dirinya ke ginekolog jika mereka mengalami salah satu dari gejala tersebut, karena gejala itu tidak boleh diabaikan,” tambah Dr Chia.

Jika Anda mengalami salah satu dari gejala berikut, ada baiknya juga Anda memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan kondisi:
- Perut kembung dan distensi
- Gangguan pencernaan
- Sensasi kepenuhan setelah makan
- Terdapat gumpalan/tumpukan pada perut yang bisa teraba
- Perubahan frekuensi buang air kecil
- Permasalahan pada sistem usus, misalnya sembelit
- Kaki bengkak pada bagian tertentu

Saat ini, belum terdapat alat pendeteksi kanker ovarium yang efektif. Pemeriksaan kanker ovarium terkini yang melibatkan ultrasound scan dan pemeriksaan pada profil darah tumor hanya berguna bagi kasus kanker ovarium turunan. Namun, kanker ovarium dapat dicegah dengan penggunaan kombinasi oral kontrasepsi, seperti penggunaan kontrasepsi dalam jangka panjang yang lebih dari 3-5 tahun dapat mengurangi risiko seseorang dengan penyakit ini sebesar 50 persen.

"Atau dengan menyusui dan memiliki lebih banyak anak, bisa juga membantu menurunkan risiko kanker ini. Selain itu, pasien dengan keluarga dengan riwayat kanker ovarium a tau kanker payudara dapat memilih mengurangi risiko kanker dengan profilaksis atau pengangkatan indung telur atau payudara setelah selesai melahirkan anak,” ungkap Dr Chia.

(ajg/vit)

health.detik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar