Jumat, 25/10/2013 06:51 WIB
"Tentunya tidak menyenangkan bagi Hanura," ujar Ketua DPP Hanura Yuddy Chrisnandi saat berbincang dengan detikcom, Kamis (24/10/2013) malam.
Yuddy menyebut pihaknya bukanlah fraksi yang besar di DPR saat ini dan bukan merupakan bagian dari koalisi. "Hasilnya bisa kita duga. Ini konsekuensi berdemokrasi dengan suara terbanyak," ucapnya.
Oleh karena itu, satu-satunya jalan adalah dengan fokus bekerja keras untuk mengumpulkan suara sebanyak-banyaknya pada pileg 2014 mendatang. Keputuan partainya yang mencalonkan Wiranto diharapkan bisa terwujudkan.
"Ini bakal calon presiden. Kalau benar terwujud bakal menjadi capres dari Hanura. Ini konsekuensi logis," terangnya.
Soal koalisi parpol nantinya akan dibicarakan usai pileg 2014. "Jika tidak mencapai target akan ada pembicaraan koalisi. Kita akan lihat nantinya," ujarnya.
"Kita lihat posisi kita berapa persen untuk bisa pimpin oposis bisa usung capres Pak Wiranto bisa dipasangkan dengan dengan parpol lainnya. kalau misalnya Hanura tidak bisa memimpin akan ada kompromi politik lainnya yang tidak bisa dibicarakan sekarang," imbuhnya.
Dengan penghentian RUU Pilpres maka ambang batas pencapresan yang lama, yaitu minimal perolehan 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara nasional.
Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore" pukul 16.30 WIB, hanya di Trans TV
(fiq/fdn)
news.detik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar