Jumat, 25 Oktober 2013

Otot Membengkak, Wanita Ini Coba Kembalikan Ingatannya dengan Foto-foto Kenangan

Otot Membengkak, Wanita Ini Coba Kembalikan Ingatannya dengan Foto-foto Kenangan

Jakarta, Tak kepalang bahagianya keluarga Liz Aldershaw ketika mengetahui wanita ini bisa terbangun dari koma. Mereka kadung was-was penyakit yang menggerogoti otak Liz juga akan membunuh wanita itu. Namun keluarga tetap khawatir karena meskipun sadar, sebagian ingatan Liz telah hilang.

Setelah koma selama 14 minggu, Liz juga kehilangan kemampuan untuk berbicara, membaca maupun menulis. Bahkan Liz tidak ingat sama sekali jika ia sebenarnya tak suka makan pisang karena otaknya yang rusak akibat terserang encephalitis atau pembengkakan pada otak.

Beruntung hanya dalam kurun dua tahun sejak bangun dari koma, wanita berusia 24 tahun itu akhirnya mulai bisa mengingat segala hal tentang dirinya, berkat album foto dan diari yang disusun khusus oleh keluarga dan teman-temannya dengan susah payah.

"Saat melihat-lihat scrapbook yang disusun oleh ibu dan seluruh keluarga, saya benar-benar terharu. Saya pun mulai menangis, saya hampir tak percaya pernah melalui ini semua dan tak ingat apa-apa," tutur wanita yang tinggal di South Brent, Devon, UK ini.

"Saya masih tidak yakin apakah memori ini milik saya sendiri atau hanya dari foto dan ingatan orang lain. Namun setidaknya saya harus berterimakasih kepada ibu saya karena begitu tabah melalui banyak kesulitan ini," imbuhnya.

Liz terjangkit encephalitis sesaat setelah pulang berlibur dari Kepulauan Karibia. Biasanya penyakit ini disebabkan oleh herpes simplex virus (HSV) yang juga kerap mengakibatkan cold sore (herpes labialis) dan cacar air. Masalahnya encephalitis bisa berakibat fatal karena kondisi ini membuat otak penderitanya kelebihan cairan dan membengkak, yang pada akhirnya dapat merusak otak.

Padahal dalam kasus Liz, sistem imun wanita ini merespons dengan cara menyerang otaknya sendiri, sehingga menyebabkan kerusakan yang lebih parah. "Saya terbari ng di lantai rumah dan mulai mengalami kejang. Itulah hal terakhir yang saya ingat. Saya bersyukur bisa membaca diari ibu saya sehingga saya bisa mengetahui apa yang terjadi pada saya," tuturnya.Next

(vit/vit) health.detik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar