Jakarta, Terlambatnya penanganan korban kecelakaan lalu lintas (lakalantas) salah satunya adalah masih minimnya response time seperti sistem rujukan, ambulans, dan peran masyarakat. Padahal, telatnya penanganan korban lakalantas bisa mengakibatkan cacat, kerugian materi, bahkan kematian.
"Masyarakat kita belum terdidik untuk berperan memberi pertolongan pertama pada korban lakalantas padahal peran masyarakat penting, minimal untuk mengurangi angka kematian, kecacatan atau rugi materi," kata Dr Yogi Prabowo, SpOT.
Cara paling mudah yakni dengan segera meminta bantuan kepada polisi, rumah sakit, atau ambulans gawat darurat 118. "Misalnya korban kakinya bengkok, jangan fokus pada kakinya saja tapi lihat juga dia sadar apa enggak, ada atau tidak kondisi yang mengancam nyawanya, pernapasannya bagus tidak, ada perdarahan enggak, dan lihat ada patah tulang apa tidak," tam bah dr Yogi.
Cedera yang paling banyak terjadi pada korban lakalantas yaitu cedera ekstremitas seperti tungkai, lengan dan tulang punggung sebesar 60-80 persen dan cedera kepala sebanyak 50 persen. Nah, karena 60-70 persen cedera yang dialami korban lakalantas yanki cedera tulang, maka dr Yogi menekankan masyarakat awam harus tahu terlebih dahulu apakah korban mengalami patah tulang.
"Kenali ciri-cirinya yaitu ada cedera akibat kecelakaan, perubahan bentuk, rasa sakit yang luar biasa, luka, dan kaki tidak bisa jalan," kata dr Yogi. Hal itu ia sampaikan dalam sesi seminar 'Emergency Fair' di Aula FKUI, Salemba, Jakarta Pusat, Sabtu (26/10/2013).
Pada dasarnya, patah tulang terdiri dari dua macam yaitu patah tulang tertutup dan terbuka. Ciri-ciri patah tulang tertutup yaitu tak ada luka. Selain itu, harus diperiksa juga korban sadar atau tidak serta ada cedera organ atau cedera yang mengancam nyawa. Sedangkan, patah terbuka harus diatasi kurang dari 12 jam ag ar korban segera diberi antibiotik dan menghindari infeksi.
Jika berbicara trauma, sebenarnya ada dua jenis trauma yaitu tarauma yang mengancam nyawa seperti obstruksi jalan napas, gangguan pernapasan, dan perdarahan. Sementara itu trauma organ lebih berhubungan dengan kecacatan misalnya tangan, kaki dan ginjal. Selain itu ada beberapa kondisi yang bisa Anda cek pada korban lakalantas, seperti di bawah ini:Next
(mer/vit) health.detik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar