Rabu, 30 Oktober 2013

Kisah Ibu dan Anak yang Gila Kebersihan karena Gangguan Obsesif Kompulsif

Kisah Ibu dan Anak yang Gila Kebersihan karena Gangguan Obsesif Kompulsif

Jakarta, Orang tua mana yang tak bahagia dan bangga melihat putra-putrinya mau membantu bersih-bersih rumah atau sekadar merapikan kamarnya sendiri tanpa perlu diminta. Namun berbeda dengan ibu yang satu ini, kegilaannya pada kebersihan karena OCD yang diidapnya justru 'menurun' pada sang putri.

Lesley Turner yang berasal dari Bridgend, Wales mengakui jika OCD alias Obsessive Compulsive Disorder yang diidapnya itu tanpa sengaja ditularkannya kepada putrinya, Tuesday (23). Akibatnya, hampir setiap waktu ibu dan anak selalu bergotong-royong membersihkan debu, menggunakan pemutih dan vacuum cleaner sepanjang waktu, serta mengelap berbagai permukaan benda yang ada di rumah mereka.

Baik Lesley (56) maupun Tuesday, keduanya juga sama-sama takut bersentuhan dengan kuman atau kotoran. Jadilah pasangan ibu dan anak ini mengidap 'obsessive compulsive cleaners'.

"Untuk soal kebersihan dan kerapihan, ibu selalu bersikap sangat ketat terhadap saya. Misalnya ketika saya menyisir rambut, saya harus melakukannya di tempat tertentu di dapur dan membersihkan lantai setelahnya. Kamar saya pun selalu rapi, bahkan tak ada lipatan satupun di bed cover saya," kata Tuesday.

Tuesday juga mengaku tak tahu kapan mulai terobsesi pada kebersihan. Baginya, hal itu terasa sangat normal dan karena Tuesday dibesarkan dengan cara itu maka ia tak masalah. Ketika masuk sekolah, Tuesday juga kerap mengelap permukaan benda yang ada di sekitarnya, bahkan menggunakan pemutih saat berada di toilet atau dapur. "Saya menikmatinya. Saya benar-benar puas setelah melakukannya," imbuhnya.

Lesley sendiri jarang keluar rumah, dan meski Tuesday adalah seorang mahasiswi jurusan Public and Emergency Service dan harus kuliah setiap hari, OCD tak dapat dipungkiri juga ikut berdampak terhadap kehidupannya.

"Sebenarnya ini cukup menyusahkan. Saya tentu b enci ke kampus karena saya fobia terhadap kuman, jadi saya takkan menyentuh komputer di kampus atau pergi ke kantin. Saya tak suka disentuh orang lain, termasuk orang-orang yang bernafas di dekat saya, apalagi sampai batuk atau bersin," ujar Tuesday.Next

(vit/vit) health.detik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar