Jumat, 25 Oktober 2013

Septic Tank Tak Pernah Dikuras = BAB Sembarangan

Septic Tank Tak Pernah Dikuras = BAB Sembarangan

Jakarta, Septic tank dibuat untuk menampung limbah tinja agar tidak mencemari air tanah. Tempat pengumpulan tinja rumah tangga ini harus dikuras secara rutin, misal 2 tahun sekali. Bila sampai 5 tahun tak pernah dikuras Anda harus curiga septic tank bocor, yang sama artinya Anda BAB sembarangan.

Agar tidak mencemari sumber air, jarak sumur dan tempat penampungan limbah tinja alias septic tank harus dibuat minimal dengan jarak 10 meter. Septic tank juga harus dilapisi dengan semen agar tinja tidak mencemari tanah dan sumber air.

Jangan lupa, septic tank perlu dikuras secara berkala, maksimal dalam jangka waktu 5 tahun. Bila septic tank tak juga penuh dalam waktu 5 tahun, hanya ada dua kemungkinan, septic tank memiliki kualitas luar biasa atau malah bocor.

"Kalau (septic tank) bocor, berarti Anda termasuk 42 juta orang Indonesia yang BAB (buang air besar) sembarangan," ujar Nugroho Tri Utomo, Direktur Pemukiman dan Perumahan Bappenas selaku Pokja AMPL Nasional.

Hal ini disampaikannya dalam acara Temu Media Mengenai Sanitasi Higiene di Gedung Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta, Jumat (25/10/2013).

Populasi penduduk Indonesia hampir mencapai 250 juta jiwa, tapi 100 juta diantaranya belum memiliki akses untuk sanitasi yang baik. Bahkan 42 juta jiwa penduduk Indonesia masih buang air besar sembarangan.

Mayoritas pelaku praktik BAB sembarangan tinggal di desa. Hanya 38,4 persen penduduk perdesaan yang memiliki akses pada sanitasi yang layak. Perlu diketahui bahwa 1 gram tinja mengandung 10 juta virus dan 1 juta bakteri. Bisa dibayangkan apa yang terjadi pada badan air dan sungai bila 63 penduduk Indonesia BAB sembarangan setiap hari.

(mer/up)

health.detik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar