Kamis, 24 Oktober 2013

Pelihara Kesehatan Gigi Sejak Dini Bisa Cegah Kelahiran Prematur

Pelihara Kesehatan Gigi Sejak Dini Bisa Cegah Kelahiran Prematur

Jakarta, Bagi Anda para wanita, sebaiknya mulailah memelihara dengan baik kesehatan gigi Anda sejak dini. Karena jika lalai, maka risikonya adalah kelahiran bayi prematur dengan berat badan rendah.

Drg. Hari Sunarto Sp.Perio(K) mengatakan bahwa banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa kesehatan gusi memiliki hubungan dengan kesehatan bagian tubuh yang lain. Salah satunya adalah risiko kelahiran bayi prematur dengan berat badan rendah apabila sejak muda sang ibu tidak memperhatikan kesehatan gigi dengan baik.

"Jika wanita sejak mudanya tidak memperhatikan kesehatan gusi dan giginya, akibatnya bisa juga kepada anaknya. Anak bisa lahir prematur, atau berat badannya kurang," tutur dr Hari, pada acara Bincang Kesehatan Gusi serta Jaringan Penyangga Gigi, di Pepsodent Dental Expert Center, Gandaria City, Jakarta Selatan, dan ditulis pada Jumat (25/10/2013)

Ole h karena itu perlu diperhatikan kesehatan pada gusi dan gigi. Agar plak gigi tidak menumpuk dan menjadi radang pada gusi yang dapat membuat gigi goyang dan berlubang. Gigi goyang sendir disebabkan karena plak yang menumpuk diantara gigi dan gusi yang kemudian merusak tulang penyangga gigi.

Penyakit jaringan penyangga gigi termasuk penyakit infeksi yang disebabkan oleh plak gigi, reaksi tubuh terhadap adanya infeksi berupa radang gingivitis, peridontitis. dr Hari menerangkan bahwa gingivitis merupakan tahap awal dari penyakit jaringan penyangga gigi, dan dikenal sebagai radang gusi yang disebabkan plak gigi. Jika tidak dirawat kemungkinan akan berlanjut pada kondisi yang lebih parah.

Nah, jika kebersihan dan kesehatan mulut tidak terjaga bahkan hingga parah, maka dapat berakibat pada kesehatan tubuh yang lain. "Ada hubungan antara penyakit jaringan penyangga gigi dengan penyakit sistemik. Selain itu, gejala awal penyakit dapat muncul di dalam mulut jauh sebelum mu ncul di bagian yang lain dari tubuh," ujarnya.

Selain itu penderita dengan penyakit jaringan gigi yang berat bisa berisiko hampir dua kali untuk terjadi serangan jantung dan stroke. Walaupun kondisi risiko diperbaiki seperti gula darah, kolesterol, berat badan dan merokok. dr Hari mengatakan hal tersebut dituliskan pada Matilla KJ et al 1989, 2000, Desrefano et al 1993, Beck et al 1996, 1998, Scannapieco FA 1998. Genco et al 2002.

(vit/vit)

health.detik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar