Jakarta, Mengajari anak tentang pertolongan pertama memang perlu dilakukan. Selain bisa menolong temannya, setidaknya anak bisa mengatasi kondisi yang dialaminya seperti mimisan, terbentur, atau terluka.
Orang tua bisa mengajari hal itu di rumah. Tapi, jika tidak sempat, mereka bisa saja mengikutsertakan buah hatinya dalam kelas praktik pemberian pertolongan pertama. Seperti yang dilakukan Puti Andriani.
Ia sengaja mendaftarkan anaknya di First Aid Children Class yang diselenggarakan Gran Melia Hotel karena ingin anaknya memiliki pengetahuan terkait pemberian pertolongan pertama.
"Kalau nggak ada kasus kan anak-anak enggak bisa belajar, tapi kalau sudah kejadian kasusnya, malah telat. Paling tidak mereka kan bisa menolong dirinya sendiri," kata Puti kepada detikHealth di Gran Melia Hotel Jl. HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, dan ditulis pada Minggu (13 /10/2013).
Putra Puti, Ayodi Ariandi (6), mengaku senang mengikuti acara ini. "Dokternya ngajarinnya asik. Aku mau kalo ikut (acara) kayak gini lagi. Kalau ada teman yang jatuh, kejedot, berdarah, kan harus kita tolong," tutur Ayodi.
Di First Aid Children Class ini, anak-anak akan diajari oleh dr Rohana Damanik. Mereka diperlihatkan video lalu diminta mempraktikkan kembali apa yang telah mereka lihat di video itu.
Misalnya saja ada satu anak yang berpura-pura terkena luka bakar lalu anak lain berpura-pura menolongnya. Materi yang diberikan yaitu bagaimana memberi pertolongan pertama pada luka bakar, mimisan, terbentur, terluka, dan tersedak.
"Sebenarnya kita mau melakukan sesuatu yang beorientasi keluarga. Daripada anak diajak main ke mal lebih baik dikasih edukasi yang bikin mereka lebih terampil saat ada kejadian misalnya jatuh atau mimisan," kata Yohana Elizabeth, direktur marketing communication Gran Melia.
(vit/vit)
health.detik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar