Senin, 21 Oktober 2013

Asupan Pedas atau Dingin Bisa Bikin Badan Cepat Kurus

Asupan Pedas atau Dingin Bisa Bikin Badan Cepat Kurus

Jakarta, Bagi orang-orang yang tak suka dingin dan tak tahan makan makanan pedas tapi ingin menurunkan berat badan tampaknya harus pikir-pikir ulang untuk mengubah kebiasaan itu. Sebuah studi baru mengatakan keduanya malah bisa membantu membakar lemak. Kok bisa?

Menurut keterangan peneliti Takeshi Yoneshiro dari Hokkaido University Graduate School of Medicine, Jepang, paparan suhu dingin dan konsumsi senyawa yang terkandung dalam sambal atau cabe terbukti dapat meningkatkan jumlah dan aktivitas lemak coklat atau brown adipose tissue (BAT) dalam tubuh yang dapat membakar energi, alih-alih menyimpannya sebagai lemak putih (white fat cells) yang justru menambah berat badan.

Sebelumnya lemak cokelat diduga hanya dimiliki oleh bayi, namun tiga riset independen yang sama-sama berlangsung pada tahun 2009 menemukan bahwa lemak coklat juga terdapat dalam tubuh orang dewasa. Terkons entrasi di dada bagian atas dan leher. Menurut pakar, warnanya yang kecoklatan menunjukkan banyaknya mitokondria atau 'pabrik energi' yang terkandung dalam jaringan tersebut.

Untuk membuktikan dugaannya, peneliti meletakkan 8 orang yang hanya memiliki sedikit lemak coklat dalam tubuhnya atau tidak sama sekali dalam suhu ruangan cukup rendah yaitu 17 derajat Celcius (63 derajat Fahrenheit) selama dua jam setiap harinya, dalam kurun enam minggu.

Di akhir studi, partisipan yang terpapar suhu rendah dilaporkan memiliki lemak tubuh lima persen lebih sedikit daripada kelompok kontrol yang hidup normal. Mereka juga diketahui membakar energi lebih banyak ketika sedang terpapar dingin.

Setelah mengamati partisipan yang mengonsumsi kapsinoid (senyawa yang banyak ditemukan dalam cabe) dalam kurun waktu yang sama yaitu enam minggu, peneliti pun menemukan mereka yang doyan makan makan pedas ini membakar lebih banyak energi dibandingkan kelompok kontrol ketika terpapar s uhu rendah. Bedanya, mereka tidak kehilangan lebih banyak lemak putih dibandingkan kelompok kontrol.

Yoneshiro mengatakan percobaan ini mungkin takkan dilanjutkan lagi untuk melihat efek kapsinoid terhadap proses pembakaran lemak putih. Studi sebelumnya yang melakukan pengamatan hingga 12 minggu memperlihatkan bahwa konsumsi kapsinoid berakibat pada penurunan lemak tubuh yang signifikan pada penderita obes ringan.Next

(vit/vit) health.detik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar