Jakarta, Kebiasaan cuci tangan pakai sabun kerap dianggap sepele, namun sangat penting dalam pencegahan penyakit. Tak bosan-bosan, Menteri Kesehatan menyerukan agar kebiasaan ini ditanamkan sedini mungkin terutama pada anak-anak.
"Kalau anak-anak mulai membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, Insya Allah dampaknya akan lebih luas," kata Menkes Nafsiah Mboi dalam puncak peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun yang ke-6 tahun 2013 di Plaza Barat Senayan, Minggu (20/10/2013).
Dalam acara yang juga dihadiri Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) ini, Menkes mengingatkan bahwa masyarakat Indonesia menghadapi beban ganda. Di satu sisi penyakit menular seperti diare, tifus dan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) masih tinggi, penyakit tidak menular seperti kanker maupun gangguan jantung juga meningkat.
Perilaku hidup bersih dan sehat, yang antara lain diwujudka n melalui kebiasaan mencuci tangan pakai sabun merupakan salah satu upaya untuk menekan jumlah kasus penyakit menular. Meski sepele, kenyataannya belum banyak masyarakat Indonesia yang menjadikannya sebagai kebiasaan.
Hasil studi Environmental Health Risk Assessment di 55 kabupaten di 16 provinsi pada tahun 2013 menunjukkan bahwa baru 18,5 persen masyarakat yang punya kebiasaan cuci tangan pakai sabun. Angka ini menurut Menkes masih sangat rendah dan perlu ditingkatkan melalui promosi kesehatan yang melibatkan berbagai pihak.
Kepada wartawan, Jokowi juga menyampaikan apresiasinya atas kemeriahan puncak peringatan hari cuci tangan pakai sabun yang dihadiri lebih dari 1.000 anak sekolah ini. Menurutnya, acara semacam ini punya banyak manfaat, khususnya bagi anak-anak. "Anak-anak dikenalkan pentingnya kebersihan. Budaya bersih itu memang harus dari anak," kata Jokowi.
Dalam kesempatan itu pula, Menkes memberikan penghargaan pada 5 duta Lingkungan Sehat Sanitas i Total Berbasis Masyarakat (LH-STBM). Kelimanya adalah sebagai berikut:
1. Anggita Puan Maharani (SDN I Purbalingga Lor, Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah)
2. Ananda Putri Gusti Arsyad (SDN 27 Dungingi kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo)
3. Desi Airin Tabuni (SDN 07 Sowi Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat)
4. Alif Al Husaini (SDN Inpres I Noru Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat)
5. Ni Ketut Priti Vimalananda (SDN Inpres Arso X Kabupaten Keerom, Provinsi Papua)
(up/vit)
health.detik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar