Minggu, 13 Oktober 2013

Gizi Anak Kerap Tak Seimbang, Kelebihan atau Kekurangan Sama-sama Berisiko

Gizi Anak Kerap Tak Seimbang, Kelebihan atau Kekurangan Sama-sama Berisiko

Utrecth, Belanda, Riset menunjukkan bahwa anak-anak Indonesia, khususnya di kalangan menengah, masih mengalami kekurangan sejumlah nutrisi penting. Gizi seimbang harus menjadi prioritas, sebab jika ada yang berlebihan juga tidak lebih sehat.

Demikian disampaikan oleh sejumlah pakar kesehatan dalam perbincangan dengan detikHealth seusai kunjungan ke Nutricia Research Center milik Danone di Utrecth, Belanda, baru-baru ini.

"Kelompok middle atau sering disebut 'kelas C' sebagian memang mengalami defisiensi (kekurangan) seng, zat besi dan asam folat," kata Prof Dr Mohammad Juffrie, SpA(K), dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, kepada detikHealth seperti ditulis pada Minggu, (13/10/2013).

Defisiensi ketiga komponen gizi tersebut terungkap dalam sebuah riset yang pernah dilakukan perusahaan susu PT Sari Husada be rsama Institut Pertanian Bogor (IPB) di Bandung, Jawa Barat. Temuan tersebut sesuai atau in-line dengan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 yang dilakukan di seluruh Indonesia.

Dalam proses pertumbuhan anak, ketiganya sangat dibutuhkan oleh tubuh. Seng atau zink misalnya, merupakan vitaloenzime untuk memacu berbagai macam metabolisme dalam tubuh. Kekurangan mikronutrien ini berisiko menyebabkan gangguan yang terkait metabolisme, seperti diare dan kerontokan rambut. Sementara itu, defisiensi zat besi bisa menyebabkan anemia atau kurang darah.

"Pola konsumsi belum memenuhi kebutuhan. Ada sumber-sumber gizi yang seharusnya dikonsumsi, masih jarang dikonsumsi. Misalnya untuk seng, zat besi dan asam folat, sumbernya adalah makanan hewani," kata Ketua Pergizi Pangan Indonesia, Prof Hardinsyah.

Dibanding sumber nabati, sumber pangan hewani menurut Prof Hardinsyah yang juga guru besar di IPB, memang relatif lebih jarang dikonsumsi karena ada 2 fak tor yang mempengaruhinya. Selain faktor ketidaktahuan orang tua, daya beli yang rendah di sebagian kelompok menengah juga menyebabkan asupan gizi anak tidak seimbang.Next

(up/vit) health.detik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar