Jakarta, Bagi Caleb Wortham, sehari saja berlayar di laut adalah rehat dari kemoterapi yang menyakitkan dan minggu-minggu yang dihabiskan di rumah sakit. Bocah yang tengah dirawat karena penyakit langka yang diidapnya ini sungguh merasa beruntung bisa berlayar bersama Sailing Heals.
"Ia benar-benar tertekan. Kami harus pergi dari sini sesekali," tukas sang ibu, Rebecca ketika ia dan keluarganya, bersama beberapa pasien kanker dan survivor lainnya berlayar menaiki kapal bernama Black Watch sepanjang 68 kaki, mengitari perairan Manhattan baru-baru ini.
Caleb sendiri mengidap penyakit autoimun langka yang disebut dengan Henoch-Schonlein purpura. Penyakit ini menyebabkan munculnya bintik-bintik serta ruam berwarna ungu Caleb di sekujur tubuhnya akibat pembuluh darah yang pecah. Tak kalah menyedihkan, hal ini membuat bocah berusia tujuh tahun ini tak bisa leluasa bergerak kesana-kemari dengan sendirinya.
Adik Caleb, Benjamin juga mengidap penyakit kronis, yaitu global cerebral atrophy, di mana sejak lahir bocah yang kini berusia lima tahun ini tak memiliki otak bagian kanan.
Namun Caleb maupun Benjamin akhirnya bisa 'refreshing' di tengah proses pengobatan mereka yang rumit dan menyakitkan setelah ikut serta dalam sebuah program yang digelar oleh Sailing Heals pada tanggal 9 Oktober 2013. Sailing Heals sendiri merupakan sebuah organisasi yang berbasis di Boston dan kerap mengajak para pasien kanker beserta keluarganya untuk berlayar.
Sore itu, kedua bocah yang sama-sama berkacamata dan berambut pirang ini dipakaikan jaket pelampung ketika kapal mereka mulai bergerak.
"Dokter yang menangani Caleb juga telah menaikkan kadar kortikosteroid yang diberikan padanya sehingga kami bisa mengikuti program ini dan bersenang-senang. Dan mereka takkan memberi terapi kemo hingga kami kembali," tutur Rebecca yang jau h-jauh datang dari Alabama untuk mengikuti program ini.Next
(vit/vit) health.detik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar