Selasa, 15 Oktober 2013

Ribuan Warga Berjejal Antre Hewan Kurban di Masjid Raya Bandung

Ribuan Warga Berjejal Antre Hewan Kurban di Masjid Raya Bandung

Selasa, 15/10/2013 14:46 WIB

Erna Mardiana - detikNews
Bandung - Ribuan warga sejak pagi setia menunggu pembagian daging kurban di Masjid Raya Bandung. Padahal daging baru akan dibagikan sekitar pukul 15.00 WIB. Tahun ini, Masjid Raya Bandung membagikan tiga ribu bungkus daging kurban. Setiap bungkus beratnya sekitar 0,5 kilogram daging.

Pantauan di lokasi, warga yang mayoritas ibu-ibu dan anak-anak berjubel di depan pintu bangunan utama masjid. Padahal panitia kurban meminta mereka untuk tidak menghalangi pintu masuk masjid. Sesekali panitia berteriak mengingatkan mereka. "Belum dibagikan sekarang, mundur dulu."

Meski sudah diingatkan, warga acuh. "Takut enggak kebagian Neng, biar saja nunggu di sini dekat pintu masuk," ujar Aminah, warga Kebon Kalapa ditemui di Masjid Raya Bandung, Jalan Dalem Kaum, Selasa (15/10/2013).

Menurut Kepala Seksi Pembagian Hewan Kurban Masjid Raya Tatang Zarkasih, tahun ini ada tujuh sapi dan 17 ekor kambing yang dipotong. "Sapi ada yang dari Pak Gubernur, Pak Walikota, pribadi, dan juga jamaah masjid," ujar Tatang.

Dari jumlah hewan kurban sebanyak itu, panitia membaginya menjadi 3 ribu bungkus. "Tahun ini setiap bungkusnya kita naikkan. Kalau tahun lalu 3 ons, sekarang 5 ons daging. Itu belum termasuk jeroan ya," jelas Tatang.

Untuk pembagiannya, para mustahik akan disuruh masuk ke dalam masjid. Lalu mereka disuruh duduk berjejer seperti shaf Shalat. "Kita bagikan satu orang satu bungkus. Jadi kalau ada satu keluarga yang datang lima orang, ya lima orang itu dapat semua," jelasnya.

Pada pukul 13.00 WIB, para mustahik memaksa masuk ke dalam masjid. Panitia pun kewalahan dan akhirnya meminta mereka untuk duduk sambil menunggu pembagian hewan kurban.


Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore" pukul 16.30 WIB, hanya di Trans TV

(ern/ern)



Sponsored Link
news.detik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar