Jakarta, Sebelumnya para pria sangat dianjurkan mengonsumsi vitamin C karena terbukti sanggup menjaga kesehatan kelenjar prostatnya. Namun ternyata manfaat itu akan hilang begitu saja dan berbuah derita jika kadar vitamin C-nya berlebihan.
Studi ini sebenarnya bukanlah yang pertama memberikan peringatan bahaya konsumsi vitamin dengan dosis tinggi. Pasalnya hampir seperempat orang dewasa di UK diperkirakan mengonsumsi banyak suplemen antioksidan dan multivitamin secara teratur dengan harapan ini akan melindungi mereka dari berbagai penyakit seperti jantung dan kanker.
Belakangan konsumsi vitamin dosis tinggi juga makin populer karena makin banyak orang percaya ini baik bagi kesehatan mereka. Misalnya saja kini banyak ditemukan toko obat atau apotek yang menjual vitamin C dengan dosis 1.000 miligram/tablet. Padahal tubuh manusia hanya butuh 40 miligram vitamin C per harinya.
Penasaran dengan efektivitas vitamin-vitamin tersebut, tim peneliti dari School of Public Health di Boston, AS University of Oslo di Norwegia punberkolaborasi untuk meneliti apakah antioksidan yang terkandung dalam vitamin dan makanan dapat mengurangi peluang tumbuhnya tumor pada prostat.
Dalam kurun tahun 1986-2008, peneliti mengamati 48.000 pria berusia antara 40-75 tahun. Setiap empat tahun sekali, para partisipan diminta mengisi kuesioner yang dirancang khusus untuk merekam kebiasaan makan mereka. Kemudian peneliti mencari tahu partisipan mana yang pada akhirnya mengidap kanker prostat.
Hasilnya cukup mengejutkan karena ternyata total asupan antioksidan, baik dari makanan atau vitamin, tak ada satupun yang dapat meningkatkan atau menurunkan risiko tumor alias tak ada efeknya sama sekali terhadap tubuh. Demikian dikutip dari Daily Mail, Senin (20/10/2013).
Pada beberapa partisipan yang mengonsumsi kopi, terlihat sedikit adanya efe k perlindungan terhadap tumor dari antioksidan yang ada dalam kopi. Namun temuan yang paling menonjol adalah pria dengan asupan antioksidan tertinggi dari vitamin berisiko 28 persen lebih besar untuk mengidap kanker prostat yang mematikan dibandingkan partisipan yang dosis vitaminnya paling rendah atau tidak mengonsumsi vitamin apapun.
Pria-pria pengonsumsi vitamin dengan dosis tinggi juga berpeluang 15 persen lebih besar untuk mengalami kanker prostat stadium lanjut, yaitu tumor yang dapat menyebar dengan cepat ke organ tubuh lainnya serta menurunkan harapan hidup si pria.
Namun peneliti menegaskan mereka belum begitu yakin jika tablet vitamin dapat menyebabkan kanker secara langsung. Mereka hanya menduga pasien kanker sudah merasa tak enak badan beberapa bulan sebelum didiagnosis dan secara otomatis menambah asupan vitamin mereka demi mengurangi gejala awal kanker yang dimilikinya misalnya kelelahan.
(vit/vit) health.detik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar