Senin, 21 Oktober 2013

Peneliti Pastikan Kebanyakan Paparan Matahari Bikin Kulit Cepat Keriput

Peneliti Pastikan Kebanyakan Paparan Matahari Bikin Kulit Cepat Keriput

Jakarta, Keriput biasanya muncul akibat kesalahan pola makan, pola tidur, stres, penyakit dan kebiasaan merokok. Namun tampaknya mulai sekarang setiap orang harus menggunakan tabir surya setiap hari karena munculnya keriput ternyata juga dipengaruhi oleh paparan sinar matahari.

Dalam jurnal Clinical, Cosmetic And Investigational Dermatology, 12 peneliti dari L’Oreal Research and Innovation Center, Paris, dilibatkan untuk mengamati wajah 298 wanita berusia 30-78 tahun dari foto-foto mereka. Kemudian peneliti meminta sejumlah sukarelawan untuk mengamati wajah-wajah partisipan dan memperkirakan usia mereka.

Hasilnya pun dapat digunakan peneliti untuk memastikan bahwa efek paparan sinar UV akan cenderung meningkat seiring dengan pertambahan usia. Namun perbedaan yang signifikan terlihat pada keriput dan kualitas tekstur kulit partisipan setelah men capai usia 50 tahun, dengan partisipan yang paling sering terpapar matahari terlihat lebih tua dari usia sebenarnya.

Dan ketika peneliti mencoba mencari apa yang mereka sebut dengan 'sun damage percentage' (persentase kerusakan akibat sinar matahari)' pada para partisipan, terungkaplah bahwa sinar matahari bertanggung jawab terhadap 80,3 persen penuaan kulit.

Selain itu, peneliti menemukan wajah wanita yang kerusakan kulitnya mencapai 80 persen masih terlihat sesuai dengan usianya. Tapi wanita yang kerusakan kulitnya mencapai 82 persen maka ia terlihat tiga tahun lebih tua dari usia sebenarnya. Sedangkan mereka yang kerusakan kulitnya sebesar 78 persen tampak tiga tahun lebih muda.

Dengan kata lain, penambahan kerusakan kulit sebanyak dua persen mengakibatkan wajah seseorang terlihat lebih tua tiga tahun. Begitu juga sebaliknya.

"Ini berarti studi kami memastikan adanya pengaruh paparan sinar matahari terhadap proses penuaan prematur pada wajah. Denga n perbandingan yang kami lakukan terhadap dua kelompok wanita yang paparan mataharinya berbeda, kami dapat mendemonstrasikan efek paparan sinar UV tersebut," simpul tim peneliti dari L’Oreal Research and Innovation Center, Paris seperti dilansir Daily Mail, Senin (21/10/2013).Next

(vit/vit) health.detik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar