Jakarta, Kebutuhan gizi yang cukup sangat diperlukan bagi seluruh manusia. Namun tidak sedikit yang tidak peduli terhadap masalah tersebut. Bahkan di beberapa daerah Indonesia masih banyak anak-anak dan bayi yang kekurangan gizi.
Menyadari hal itu, PT GlaxoSmithKline bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan mengadakan Pelatihan Kader Gizi Sejabodetabek. dr Maria Melisa selaku Head of Expert Marketing GlaxoSmithKline, pelatihan Kader Gizi dengan peserta dari 10 Puskesmas di Jabodetabek ini bertujuan untuk mendidik Kader Gizi agar dapat memerangi kekurangan gizi di Indonesia melalui edukasi penanganan gizi sejak 1.000 hari pertama kehidupan (dari usia kehamilan 270 hari hingga anak usia dua tahun).
"Masa ini adalah masa golden age di mana masa ini merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental. Karena pertumbuhan otak dan massa tubuh terjadi pada periode," papar dokter yang akrab dipanggil dr. Lisa ini saat kampanye 'Dari Usia 1 Bersama Scott's' - Penghargaan Atas Dedikasi Para Kader Gizi se-Jabodetabek di Restoran Kembang Goela, Jl Sudirman, Jakarta, Kamis (28/11/2013)
Dia berharap agar program ini dapat berguna bagi masyarakat. Dengan demikian masyarakat dapat memperoleh informasi tentang asupan gizi yang lengkap sebagai landasan yang kuat dalam tumbuh kembang anak.
"Untuk itu kami bersama kader gizi di daerah tersebut memprakarsai Hari Baduta," ucap dr Liza.
"Pada kesempatan itu kami mengadakan kursus masak makanan sehat, lomba foto baduta sehat, serta lomba cerdas cermat tentang giz," sambung dr Lisa.
Total peserta kampanye kami sekitar 2.415 ibu se-Jabodetabek. Untuk mendukung kegiatan ini digelar pula 52 seminar atau penyuluhan awam yang bertempat di posyandu, puskesmas, serta tempat lain yang memadai.
(vit/up)
health.detik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar