Jakarta, Cepat dan lamanya kesembuhan luka tidak hanya dipengaruhi oleh luka tersebut. Ada beberapa kondisi tubuh yang ikut berperan dalam penyembuhan luka. Penyakit tertentu juga membuat luka tak kunjung sembuh.
Luka digolongkan menjadi 6 jenis, yakni luka trauma yang baru saja terjadi, nekrotik (jaringan mati) yang berwarna hitam, slough nekrotik kuning, infeksi (berwarna kuning hijau), granulasi (sudah tumbuh jaringan baru atau granulasi yang berwarna merah), dan epitelialisasi (berwarna merah muda/pink).
Proses penyembuhan luka dipengaruhi oleh banyak faktor, yang intinya berhubungan dengan pembuluh darah dan oksigenisasi luka. Beberapa kondisi tubuh dapat menghambat proses tersebut.
"Penyembuhan luka dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk penyakit tertentu dan nutrisi," papar dr Vera Ikasari, SpBP, spelialis bedah plastik dari RSU Bunda, saat ditemui dalam acara Media Gathering Peluncuran Wound Care, di RSU Bunda, Menteng, Jakarta, Jumat (22/11/2013).
Penyakit yang membuat luka tak kunjung sembuh antara penyakit endokrin seperti diabetes dan hypothyroidism, gangguan darah seperti anemia, polycythemia, myeloproliferative, ganggaan kardiopulmonari seperti chronic obstructive pulmonary disease, gagal jantung, serta malnutrisi.
"Apabila oksigenisasi luka tidak bagus, maka penyembuhan luka akan lama. Nutrisi juga berperan, kalau pasien ada masalah pencernaan sehingga tubuhnya kurang nutrisi, penyembuhan lukanya juga akan lama," lanjut dr Vera.
Untuk dapat mempercepat menyembuhan luka, dokter juga harus memperhatikan penyakit penyertanya. Luka akan cepat sembuh bila penyakit penyerta juga diatasi. Misalnya pada pasien diabetes, untuk mempercepat penyembuhan luka maka pasien harus pintar-pintar mengontrol kadar gula darahnya.
"Tak bisa sembarangan penanganan luka, apalagi bila ada penyakit penyerta, seperti kencing manis dan sebagainya," tutup dr Vera.
(mer/vit)
health.detik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar