Jakarta, Sebagai hormon seks laki-laki, testosteron dibutuhkan untuk mencegah berbagai masalah kesehatan. Terlalu rendah kadarnya bikin laki-laki tidak sehat, sedangkan penelitian menunjukkan kelebihan hormon ini juga bisa menjadi masalah.
Kelebihan testosteron menjadi masalah jika laki-laki yang mengalaminya sudah lanjut usia alias lansia. Penelitian di Australia menunjukkan, kelebihan testosteron meningkatkan risiko kematian pada lansia. Hal yang sama juga dialami pada lansia yang kekurangan testosteron.
Hal itu dibuktikan dalam penelitan yang dimuat di Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism. Sebanyak 3.700 laki-laki Australia berusia 70-89 tahun diperiksa pada tahun 2004, lalu diamati lagi pada 2010. Sebagian paritisipan sudah meninggal pada pengamatan kedua.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa partisipan dengan kadar testosteron sedang punya survival rate a tau peluang hidup paling tinggi. Partisipan dengan kadar testosteron paling rendah punya risiko kematian paling tinggi, diikuti dengan kelebihan testosteron.
"Saat tubuh memetabolisme testosteron, hasilnya adalah dihydrotestosterone (DHT), yang berhubungan dengan risiko kematian akibat penyakit jantung iskhemik," kata sang peneliti, Bu Beng Yeap dari University of Western seperti dikutip dari Health Day, Kamis (21/11/2013).
Dikatakan oleh sang peneliti, memiliki hormon testosteron dalam kadar normal berarti punya kesehatan yang lebih baik secara umum. Khususnya pada lansia, testosteron yang berada dalam rentang kadar normal akan membantu menjaga kesehatan.
Beberapa penelitian sebelumnya lebih banyak mengaitkan risiko penyakit tertentu dengan kekurangan kadar testosteron. Meski itupun belum terbukti memiliki hubungan sebab akibat, penelitian di Australia ini menunjukkan bahwa kelebihan testoteron pun tidak lebih sehat.
(up/vta)
health.detik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar