Sabtu, 23 November 2013

Pria Ini Ciptakan Alat untuk Perbaiki Cacat Jantung Langkanya Sendiri

Pria Ini Ciptakan Alat untuk Perbaiki Cacat Jantung Langkanya Sendiri

Jakarta, Tal Golesworthy didiagnosis mengidap sindrom Marfan, gangguan jantung genetik nan langka sekaligus mematikan. Kondisi ini membuat aorta (pembuluh darah terbesar) pria ini bisa saja pecah sewaktu-waktu. Namun bukan Tal namanya kalau hanya pasrah dan berdiam diri.

Meski sempat harus bergantung pada obat pengencer darah, insinyur ini justru terinspirasi untuk menciptakan alat untuk mencegah agar aortanya itu tidak pecah. Alat yang ia buat cukup sederhana, bentuknya seperti tabung namun agak melengkung, terbuat dari poliester dan dilapisi dengan kain rajutan.

Pada penderita sindrom Marfan, pertumbuhan tulangnya abnormal dan jaringan ikatnya lebih lemah dari orang kebanyakan. Akibatnya leher aorta (pembuluh darah utama di dalam jantung yang membawa darah berisi oksigen) meregang namun begitu tipis hingga dikhawatirkan akan mudah pecah.

Gambarannya , diameter aorta normal biasanya sekitar 1,5 inci, namun pada penderita sindrom Marfan, aortanya dapat melemah dan meregang hingga lebarnya mencapai 4 inci. Jika ini sampai pecah, keadaannya tentu jadi fatal. Nantinya alat ini akan dilingkarkan ke aorta para penderita sindrom Marfan sehingga pembuluh darahnya tidak pecah.

Tal yang berasal dari Tewkesbury, Gloucestershire UK ini mengaku alasan di balik pembuatan tabung tersebut tak lain karena ia sangat khawatir dengan hasil operasi cacat jantung model lama yang pernah dijalaninya.

Operasi tersebut membuatnya jadi ketergantungan terhadap obat antikoagulan (pengencer darah) seumur hidupnya demi mencegah pembekuan darah. "Bagi saya operasi itu terdengar mengerikan. Karena dokter tak bisa melakukan sesuatu dengan hal ini, saya memutuskan untuk turun tangan," katanya.

Tal kemudian didapuk menjadi pasien pertama yang menggunakan alat bernama EARS (external aortic root support) tersebut pada 24 Mei 2004 di Royal B rompton Hospital London. Dan setelah sembilan tahun, akhirnya Tal bisa hidup normal.Next

Alat bantu aorta ciptaan Tal (Foto: Daily Mail)

(vit/vit) health.detik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar