Sabtu, 30 November 2013

Terlalu Sering 'Nyundul' Bikin Pesepak Bola Lebih Berisiko Kena Alzheimer

Terlalu Sering 'Nyundul' Bikin Pesepak Bola Lebih Berisiko Kena Alzheimer

Jakarta, Apakah Anda memiliki hobi bermain sepak bola atau futsal? Jika ya, sebaiknya kurangi aktivitas menyundul bola saat bermain. Sebuah studi terbaru mengungkapkan terlalu sering menyundul akan meningkatkan risiko seseorang untuk terkena Alzheimer.

Para peneliti dari University of Cambridge, Inggris, menggunakan laser untuk mengidentifikasi protein yang disebut Tau (Tubulin Associated Protein Unit), pada otak penderita dan menemukan adanya kerusakan saraf. Kerusakan saraf ini sebagian besar didapat melalui cedera kepala, khususnya akibat olahraga.

Dr Simon Ridley, kepala penelitian di Alzheimer's Research UK, menyambut baik penelitian ini. Menurutnya, teknologi baru yang digunakan oleh penelitian ini memungkinkan penemuan molekular lain yang terjadi pada penderita Alzheimer.

Penelitian yang telah dipublikasikan dalam The Journal of Biologi cal Chemistry ini menemukan bahwa di dalam sel-sel otak yang terlihat sehat tetapi memiliki sekelompok Tau yang rusak, bisa membuat seseorang tetap mengalami Alzheimer, bahkan sampai meninggal. Tau yang rusak ini salah satunya bisa dipicu oleh cedera kepala berulang, seperti yang dialami oleh para atlet sepak bola atau tinju.

Clemens Kaminski, profesor fisika kimia University of Cambridge yang sekaligus sebagai pemimpin penelitian ini, menyatakan bahwa studi ini menggarisbawahi seberapa besar penggunaan sejumlah kecil tau bisa menjadi inisiator untuk Alzheimer.

"Ini adalah salah satu jalan yang bisa memberikan kami sebuah penjelasan mengapa cedera kepala bisa dihubungkan dengan penyakit," ujarnya, seperti dikutip dari Daily Mail, Sabtu (30/11/2013).

Meskipun hubungan antara Alzheimer dan kontak olahraga belum terlalu bisa dianggap kuat, penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa pemain profesional sepak bola Amerika tiga kali lebih berisiko m emiliki penyakit neurodegeneratif dibandingkan dengan mereka yang sama sekali bukan pemain sepak bola.

(ajg/vit) health.detik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar