Jakarta - Film 'Sagarmatha' dibuat dengan semangat dan tujuan kuat dalam keterbatasan. Nadine Chandrawinata pun tak keberatan 'hidup susah' selama syuting di beberapa negara, termasuk kesusahan di negara sendiri.
"Udah kayak sekolah ini di Wanayasa (Subang) tidur di bivak, kena badai 7 jam, bivak rusak. Tengah malam buat tenda lagi, nggak berhasil jadi numpang tidur sama tetangga, paginya mandi deh disungai!" kata Nadine santai saat menjawab pertanyaan detikers dalam live chat bersama detikforum di kantor detikcom, Jalan Warung Jati Barat, Jakarta Selatan, Kamis (28/11/2013).
Nadine kembali bertutur soal cobaan yang dihadapi tim produksi. Saat di Himalaya dan India, mereka kehabisan uang. Dengan terpaksa, kru, sutradara dan dua pemain filmnya tidur di stasiun dan bandara.
"Yang ketiga, di Merapi (Yogyakarta) kembali bertemu dengan badai, hujan d an kabut turun. Tenda rusak jadi kita tidur di gua bersepuluh," lanjutnya.
Namun semua keterbatasan itu semakin menguatkan semangat dan tujuan awal mereka dalam membuat film 'Sagarmatha'. "Kita sama-sama punya cita-cita pergi ke Nepal," tambah sang sutradara Emil Heradi.
'Sagarmatha' diproduksi dengan kru kecil dan satu kamera DSLR. Proses syuting sendiri sebenarnya sudah dilakukan sejak 3,5 tahun lalu.
"Film ini sama sekali awalnya memang tidak kami siapkan untuk tayang di bioskop, saat itu status film ini adalah film ujian, film yang di buat untuk kelulusan. Mengutip kalimat produser kami, "film punya nasibnya sendiri-sendiri" begitu banyak support dari teman-teman dan sahabat, dan rekan rekan kami para pembuat film, film inipun akhirnya tayang di bioskop," ujar Sinematografer Anggi Frisca.
'Sagarmatha' sudah mulai tayang di bioskop hari ini, Kamis (28/11/2013).
(ich/ich)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!
hot.detik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar