Jakarta, Wanita ini harus berjuang mati-matian menghadapi penyakit kambuhan yang dialaminya ketika tengah menyelesaikan program doktoral ilmu politik di Harvard University. Ngerinya, konon penyakit ini adalah penyakit mengerikan dan melumpuhkan yang jarang didengar dokter manapun.
Jennifer Brea awalnya tak menyadari penyakit kronis tengah menggoroti tubuhnya dari dalam. Brea baru merasakan kondisi tubuhnya menurun setahun lalu, ketika ia pergi ke sebuah restoran dan mengaku otaknya begitu berkabut hingga ia tak bisa membaca menu.
Wanita berusia 31 tahun itu pun terpaksa harus cuti kuliah karena sakit yang melumpuhkannya. Penyakit bernama myalgic encephalomyelitis (ME) atau biasa disebut dengan 'sindrom kelelahan kronis' di AS benar-benar membuatnya 'lumpuh'.
"Saya tak bisa mengemudi, saya tak bisa meninggalkan rumah tanpa ditemani dan saya harus menggunakan kursi r oda," tandas Brea yang tinggal bersama suaminya di Princeton, New Jersey.
"Bahkan duduk di kursi roda saja begitu berat rasanya bagi saya. Hampir mustahil bagi saya untuk melakukan apa yang sebelumnya bisa saya lakukan," tambahnya.
Sebelum terserang ME, Brea mengikuti pelatihan untuk menjadi seorang profesor dan sebelum masuk ke sekolah pascasarjana, Brea juga sempat bekerja sebagai jurnalis lepas di China. Kini ia lebih banyak meringkuk di kasur dan karena penyakitnya itu, Brea tak lagi bisa berpikir, apalagi berbicara.
Namun di tengah kondisinya itu, Brea menggunakan sisa kekuatannya untuk membuat sebuah film dokumenter bertajuk 'Canary in a Coal Mine'. Film ini khusus dibuat untuk mengisahkan orang-orang yang hidup dengan ME. Dengan memanfaatkan Skype dan Facetime, para pasien berbagi kisah mereka dan memberikan gambaran kehidupan mereka yang menyedihkan secara nyata.Next
(vit/vit) health.detik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar