Jakarta, Semakin maraknya kasus pemerkosaan, kerap kali membuat para wanita khawatir untuk bepergian sendiri terutama di malam hari. Namun, kini ada inovasi baru untuk menjaga virginitas wanita berupa celana anti-pemerkosaan.
Dilansir Sydney Morning Herald, Jumat (15/11/2013), pihak produsen mengatakan celana yang dinamakan Anti Rape Wear (AR Wear) ini dikembangkan dengan tujuan agar para wanita bisa lebih tenang ketika mereka pergi sendirian terutama di malam hari.
Celana ini dilengkapi dengan sabuk di sekitar pinggang dan kaki yang terkunci. Kode pengunci sabuk terhubung dengan jam tangan yang digunakan si pemakai dan mereka bisa mengatur kode sesuai dengan keinginannya.
"Selain itu, struktur rangka celana ini dibuat secara inovatif di mana teksturnya tetap lembut ketika dipakai tapi mereka tidak mempan untuk dipotong," kata produsen AR Wear dalam klip promosi ce lana tersebut.
Meski dianggap sebagai penemuan yang sangat bermanfaat, ada beberapa pihak yang mengkhawatirkan jika para wanita justru lebih memilih menggunakan celana ini sehari-sehari dan akan menimbulkan efek samping pada tubuh.
Namun, di sisi lain ada pula pihak yang menyatakan bahwa celana ini dipakai pada waktu tertentu saja. Selain itu, celana ini pun bisa dijadikan sebagai lapisan dalam pakaian wanita sebagai tindakan pencegahan terhadap risiko pemerkosaan.
Seperti diketahui, ada juga alat anti-pemerkosaan yang digunakan wanita berupa tampon yang mengandung lateks bertekstur seperti duri tajam di dalamnya. Ada pula electric shock pants yang dikembangkan awal tahun ini. Untuk diketahui, satu dari lima wanita di Australia telah mengalami kekerasan seksual setelah usia 15 tahun.
(vit/vit)
health.detik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar