Jumat, 08 November 2013

Israel Marah Soal Kesepakatan Nuklir Iran, Obama Telepon Netanyahu

Israel Marah Soal Kesepakatan Nuklir Iran, Obama Telepon Netanyahu

Sabtu, 09/11/2013 11:58 WIB

Rita Uli Hutapea - detikNews
Washington, - Presiden Amerika Serikat Barack Obama menelepon Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Ini dilakukan setelah Netanyahu marah dan mengecam usulan kesepakatan dengan Iran terkait program nuklirnya.

Gedung Putih menyatakan, Obama menelepon Netanyahu dan menyampaikan tentang perkembangan pembicaraan nuklir antara enam negara besar dan Iran. Pertemuan untuk mengupayakan tercapainya kesepakatan soal nuklir Iran itu digelar di Jenewa, Swiss.

Gedung Putih menekankan, dalam percakapan telepon itu, Obama menekankan komitmennya untuk mencegah Iran mendapatkan bom nuklir.

"Presiden memberitahu PM tentang perkembangan negosiasi di Jenewa dan menekankan komitmen kuatnya untuk mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir," demikian pernyataan Gedung Putih seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (9/11/2013).

"Presiden dan PM setuju untuk terus berhubungan mengenai isu ini," demikian disampaikan.

Sebelumnya, Netanyahu me ngecam rencana kesepakatan internasional dengan Iran mengenai program nuklirnya. Kecaman ini disampaikan Netanyahu setelah Menteri Luar Negeri AS John Kerry bertolak menuju Jenewa untuk mengikuti perundingan nuklir Iran tersebut.

"Ini kesepakatan yang sangat buruk. Israel benar-benar menolaknya," cetus Netanyahu. Pemimpin negeri Yahudi itu pun menegaskan, Israel tak akan terikat pada kesepakatan apapun dan berhak melakukan apapun yang dianggap perlu untuk mempertahankan diri.

Atas kecaman Netanyahu itu, Gedung Putih pun bereaksi. "Belum ada kesepakatan. Kritik apapun terhadap kesepakatan adalah terlalu dini," kata juru bicara Gedung Putih Josh Earnest.


Ikuti berbagai peristiwa penting hari ini hanya di "Reportase Sore" Trans TV pukul 16.30 WIB

(ita/ita)



Sponsored Link
news.detik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar