Selasa, 05 November 2013

Orang-orang Berpenyakit Langka yang Kulitnya Separuh Sayap Kupu-kupu

Orang-orang Berpenyakit Langka yang Kulitnya Separuh Sayap Kupu-kupu

Merry Wahyuningsih - detikHealth

Rabu, 06/11/2013 09:31 WIB

Index Artikel Ini   Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya 1 dari 7 Next »
Jakarta - Meski indah, jangan menyentuh sayap kupu-kupu karena bisa membuatnya terluka. Ungkapan itu dirasa tepat diberikan kepada orang-orang dengan gangguan genetik langka yang kulitnya separuh sayap kupu-kupu. Sentuhan sedikit saja bisa membuatnya lecet dan terluka.

Kondisi tersebut disebabkan oleh 'Butterfly Disease' atau dalam istilah medis dikenal dengan epidermolysis bullosa. Epidermolysis bullosa (EB) adalah gangguan genetik langka yang membuat kulit kehilangan unsur sangat penting yang berfungsi untuk mengikat.

Kondisi ini membuat kulit mudah terluka ketika disentuh, persis seperti ketika Anda menyentuh sayap kupu-kupu. Penderita kondisi langka ini pun sering dijuluki 'anak kupu-kupu' karena memiliki kulit serapuh sayap kupu-kupu.

Mayoritas orang dengan EB tidak bisa hidup lebih dari usia 30 tahun karena kondisi langka ini membuatnya lebih rentan terhadap kanker tertentu dan cedera yang sering menyebabkan infeksi.

Berikut 6 penderita epidermolysis bullosa, orang-orang yang kulitnya separuh sayap kupu-kupu, seperti dirangkum detikHealth dari berbagai sumber, Rabu (6/11/2013):

Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!


3 health.detik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar