Jakarta, Mungkin terdengar agak aneh mengingat stroke biasanya dikaitkan dengan tekanan darah dan fungsi saraf. Namun baru-baru ini sebuah studi menemukan paparan logam yang ada pada ponsel dan komputer ternyata juga dapat meningkatkan risiko stroke pada seseorang.
Logam yang dimaksud adalah tungsten. Jenis ini secara alami terkandung dalam bebatuan dan mineral, bukannya logam murni. Sebenarnya ketika menghirup udara, meminum air atau mengonsumsi bahan makanan tertentu, setiap orang bisa saja terpapar tungsten, meski kadarnya sangat kecil.
Peneliti merasa tungsten yang awalnya tidak berbahaya itu menjadi tidak sestabil sebelumnya dan berpotensi melebur ke dalam air. Apalagi belakangan produksi tungsten di Amerika meningkat tajam, sekitar 72.000 ton pada tahun 2012, padahal di tahun 2002, jumlahnya hanya 40.000 ton. Hal ini mendorong peneliti berpikir apakah logam tersebut dapat menimbulkan risiko kesehatan tertentu.
"Tungsten kini diketahui mampu terlibat dalam interaksi biologis, termasuk mengganggu proses biokimia, sehingga dampak logam ini terhadap kesehatan manusia tampaknya perlu mulai diperhatikan," tulis peneliti dalam laporannya yang dipublikasikan jurnal PLoS ONE.
Kemudian peneliti menganalisis data yang diperoleh dari survei National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) yang mengamati gaya hidup orang Amerika. Disini peneliti memfokuskan pengamatan pada 8.600 individu berusia 18-74 tahun selama 12 tahun.
Setelah sampel urinnya diamati untuk mengetahui konsentrasi tungsten dalam tubuh partisipan, peneliti pun menemukan mereka yang tubuhnya mengandung paparan tungsten paling tinggi dua kali lebih sering mengalami stroke ketimbang yang paparan tungstennya paling rendah.
Dengan kata lain, tungsten bisa jadi salah satu faktor risiko stroke yang signifikan pada orang-orang berusia 50 tah un ke bawah. Pasalnya meski segala jenis stroke kebanyakan ditemukan pada orang dewasa berusia 65 tahun ke atas, nyatanya studi ini menemukan risikonya meningkat sebanyak 25 persen pada orang dewasa berusia di bawah 64 tahun dalam kurun 20 tahun belakangan.Next
(vit/vit) health.detik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar