Jumat, 01 November 2013

Sisa Waktu 2 Bulan, Menkes Optimistis RI Bisa Aksesi FCTC Tahun Ini

Sisa Waktu 2 Bulan, Menkes Optimistis RI Bisa Aksesi FCTC Tahun Ini

Jakarta, Meski ditolak 3 kementerian, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi tetap optimistis dengan target aksesi FCTC (Framework Convention on Tobacco Control) pada akhir tahun 2013. Sisa waktu yang hanya 2 bulan tak dianggap sebagai halangan.

Secara lisan, Menkes mengaku sudah minta pada menteri-menteri koordinator yang menolak FCTC untuk melakukan rapat koordinasi. Jawaban yang diterima, menurut Menkes adalah "Go ahead.." dan diharapkan dalam beberapa minggu ke depan bisa terlaksana.

Apabila rapat koordinasi berjalan lancar, maka masih besar peluang untuk menerbitkan peraturan presiden (Perpres). Terbitnya perpres itu menurut Menkes sudah cukup bagi Indonesia untuk mengaksesi FCTC.

"Aksesi itu kan bisa dengan Undang-undang, Peraturan Pemerintah, atau Perpres itu tadi. Kalau UU memang saya pikir sudah tidak mungkin," kata Menkes dalam temu media di Kantor Ke menterian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (1/11/2013).

Menkes sangat berharap Indonesia bisa mengaksesi FCTC karena dari 57 negara OKI (Organisasi Kerja Sama Islam), hanya Indonesia lah satu-satunya negara yang belum mengaksesi maupun meratifikasi FCTC. Padahal tahun ini, Menkes Nafsiah Mboi ditunjuk sebagai ketua forum menteri kesehatan di organisasi negara-negara Islam tersebut.

Upaya untuk memperjuangkan aksesi FCTC saat ini masih terhalang oleh keberatan 3 kementerian. Ketiganya adalah Kementerian Perdagangan, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Kementerian Perindustrian.

Sementara itu, pendukung aksesi FCTC tidak kalah banyak. Sedikitnya ada 50 organisasi profesi di bidang kesehatan kesehatan dan lembaga swadaya masyarakat, yang tergabung dalam Indonesian Tobacco Control Network (ITCN). Termasuk di antaranya adalah perhimpunan dokter paru dan dokter jantung, yang memang banyak menangani penyakit-penyakit tidak menular akibat dampak buruk asap rokok.

"Ya kalau tidak bisa tahun ini, paling nggak awal tahun depanlah," harap Menkes.

(up/vit)

health.detik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar