Jakarta, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi tampak geram candaannya ditanggapi serius oleh sejumlah dokter hingga lepas dari konteksnya. Namun seolah tidak kapok, ia pun menyikapi kontroversi 'bunuh pelan-pelan' dengan candaan lain.
"Tidak cuma saya bunuh pelan-pelan, saya juga akan hantui kamu pelan-pelan," canda Menkes usai menghadiri Hari Kesehatan Nasional ke-49 di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (17/11/2013).
Sejumlah dokter baru-baru ini meributkan komentar Menkes yang akan 'bunuh pelan-pelan' jika para dokter mogok kerja. Komentar itu disampaikan pada Urun Rembug Nasional Ikatan Dokter Indonesia bulan Agustus 2013, namun dimunculkan lagi dalam opini seorang dokter di sebuah surat kabar.
Kemunculan kembali komentar tersebut berdekatan dengan kasus kriminalisasi dokter kandungan di Manado. Di mata sebagian dokter, komentar ini dianggap sebagai ancaman terhadap perjuangan dokter-dokter di Indonesia untuk membebaskan rekan sejawatnya.
Menkes sendiri mengakui sering melontarkan candaan 'bunuh pelan-pelan' dan sejenisnya. Terakhir, seperti diberitakan detikHealth sebelumnya, Menkes juga mengatakan akan 'tembak pelan-pelan' jika masyarakat masih berobat ke luar negeri sementara rumah sakit di Indonesia sudah banyak yang berstandard internasional.
"Itu sembarangan saja. Bohong, bahwa pernyataan saya itu khusus untuk yang di Manado," tegas Menkes.
Semen tara itu, Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) saat dihubungi detikHealth mengaku tidak pernah ada masalah dengan komentar Menkes tersebut. Namun diakui, kontroversi tentang komentar Menkes tersebut memang terjadi di level akar rumput.
"Pertama, kita tidak mendengar sendiri Bu Menteri berkata seperti itu, jadi kita tidak mau mengomentari. Yang kedua, kami tidak melakukan mogok kerja," kata Ketua Umum POGI, Dr Nurdadi Saleh, SpOG meluruskan kontroversi yang beredar.
(up/vit)
health.detik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar