Jakarta, Sulit tidur dan kelelahan yang sulit hilang merupakan gejala jetlag yang biasa dialami. Beberapa orang punya taktik tersendiri untuk mengatasi jetlag, misalnya dengan memanfaatkan viagra.
Berdasarkan survei yang digelar situs pencarian perjalanan global Skyscanner pada 1.000 wisatawan Singapura, ternyata satu dari 10 orang mengaku mencoba viagra untuk mengatasi jetlag. Sayang responden tidak menjelaskan lebih lanjut mengapa memilih viagra untuk mengusir jetlag.
Sementara itu, kebanyakan orang atau sebanyak 61 persen responden menggunakan teknik konvensional yakni peregangan dan latihan ringan saat penerbangan untuk menghilangkan jetlag. Reponden lainnya memilih berolahraga dan mencari udara segar sebelum melakukan penerbangan. Lainnya ada yang menyesuaikan arlojinya dengan waktu wilayah yang baru.
"Saya selalu mengatur arloji saya ke zona wa ktu yang baru sebelum lepas landas. Sehingga secara psikologis tubuh saya akan melakukan penyesuaian," kata salah seorang responden, Jonathan Lim (26), seperti dikutip dari Asia One, Rabu (13/11/2013).
Meski menggabungkan latihan ringan dan makan makanan sehat populer dilakukan untuk mengatasi jetlag, namun hanya sekitar separuh orang dari yang melakukan kegiatan ini saja yang merasakan efektivitasnya. Ada juga yang mengonsumsi alkohol untuk mengimbangi sensasi jetlag, akan tetapi dari 37 persen orang yang melakukannya, hanya sepertiga saja yang merasakan manfaatnya.
Jetlag, secara medis disebut desinkronosis, yakni suatu kondisi fisiologis yang terjadi akibat gangguan terhadap ritme sirkadian tubuh. Jetlag muncul akibat perjalanan cepat lintas meridian dengan menggunakan pesawat. Saat melintasi beberapa zona waktu, jam tubuh mulai tidak sinkron dengan waktu di daerah baru. Ini dikarenakan tubuh mengalami terang dan gelap yang berbeda dengan ritme yang d itetapkan secara alamiah oleh tubuh itu sendiri.
(vit/up)
health.detik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar