Manchester - Satu atau dua tekel dari lawan adalah hal yang biasa. Buat David Moyes, ketimbang protes berlebihan kepada wasit, dia lebih ingin pemainnya langsung berdiri.
Moyes memang bukannya membenarkan satu atau dua tekel keras. Namun, dia lebih memilih menyerahkan benar atau salahnya sebuah tekel kepada wasit. Yang jadi urusan pemain-pemainnya adalah, pintanya, untuk langsung bangun tanpa harus protes berlebihan.
Manajer asal Skotlandia itu mencontohkan beberapa tekel yang diterima oleh pemain mudanya, Adnan Januzaj. Dia menyebut ada beberapa tekel yang seharusnya berbuah pelanggaran, namun Moyes memilih untuk tidak membahasnya dan meminta Januzaj untuk tidak gampang jatuh.
"Kami tidak akan pernah meminta untuk dilindungi," ujarnya seperti dilansir Telegraph.
"Kami ingin dia (Januzaj) untuk langsung bangun. Kami tidak mau dia gampang jatuh."
"Dia a dalah anak yang jujur dan saya pikir ada beberapa kesempatan di mana seharusnya wasit memberi pelanggaran, tetapi nyantanya tidak," kata manajer Manchester United ini.
Pada laga melawan Fulham akhir pekan lalu, Januzaj sempat marah ketika bek Sascha Riether diklaimnya menginjak dirinya ketika tengah berebut bola. Rekan satu tim Januzaj, Marouane Fellaini, menyebut bahwa Riether seharusnya dikartu merah.
(roz/nds) news.detik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar